PKH, CCT Program di Indonesia

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan yang dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Program ini berada di bawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik di pusat maupun di daerah sedangkan lembaga yang terlibat dalam program ini adalah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Komunikasi dan lnformatika, dan Badan Pusat Statistik yang juga dibantu oleh Tim Tenaga ahli PKH dan konsultan World Bank (Admin PKH 2009). Secara konseptual, istilah asli untuk program ini adalah Conditional Cash Transfers (CCT), yang diterjemahkan menjadi Bantuan Tunai Bersyarat. Meskipun demikian, program ini bukan dimaksudkan sebagai kelanjutan program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang diberikan dalam rangka membantu rumah tangga miskin mempertahankan daya belinya saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. Program conditional cash transfer banyak dijumpai di sejumlah negara Amerika Latin dan Karibia. Meksiko meluncurkan the Programa de Educación, Saludy Alimentación (PROGRESA) pada tahun 1997. Program ini merupakan titik awal pelaksanaan program...
Read More

SEMNAS PAGI 2012

SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN GIZI 2012 “Pangan dan Gizi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Prima” SEMNAS PAGI 2012 mengambil tema Pangan dan Gizi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Prima.  Indonesia Prima yang dimaksud adalah bangsa Indonesia yang maju,  mandiri, adil, makmur dan bermartabat.  Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan masalah, kebijakan, program, temuan dan inovasi terkini di bidang pangan dan gizi, mendiskusikan dan memberikan alternatif solusi, serta meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya pangan dan gizi dalam mewujudkan generasi  sehat, cerdas dan kuat. Seminar ilmiah ini berlangsung selama 3 hari,  18-20 Januari 2012.  Hari pertama dan kedua lebih difokuskan pada diseminasi masalah, kebijakan, program, dan inovasi terkini di bidang pangan dan gizi yang diawali sambutan pengarahan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perindustrian. Hari ketiga berupa diskusi paralel untuk mendiskusikan future food and diet  dan sharing hasil-hasil penelitian dan inovasi terkini  dari berbagai lembaga riset dan pendidikan tinggi yang bersifat bottom up atau partisipatif dari peserta yang dikelompokkan pada:1)...
Read More

Seminar Nasional Pangan dan Gizi (SEMNAS PAGI) 2013 dan Kongres PERGIZI PANGAN Indonesia

INOVASI PANGAN DAN GIZI MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT, CERDAS DAN KUAT UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA Balai Kartini-Jakarta, Selasa-Kamis, 25-27 Juni 2013 Berbagai kebijakan dan upaya telah dilakukan dalam mengatasi masalah gizi, namun saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai masalah gizi. Sejumlah 17.9% anak balita mengalami gizi kurang (underweight), 36% mengalami stunting, 5.8% mengalami gizi lebih (overweight). Pada orang dewasa 12.6% tergolong kurus dan 21.7% tergolong gemuk (Riskesdas 2010). Selain itu, diperkirakan 20-40% anak, remaja, dan wanita hamil mengalami anemia dan defisiensi berbagai zat gizi mikro lainnya. Dari segi konsumsi pangan, juga dihadapi masalah mutu gizi dan keamanan pangan. Misalnya rata-rata skor mutu gizi pangan yang diukur dari Skor Pola Pangan Harapan (Skor PPH) baru 77.3 dari skor 100 yang ideal. Hal ini terjadi karena rendahnya konsumsi pangan hewani, sayur dan buah. Hasil pemantauan BPOM tahun 2011 menunjukkan 35.5% makanan jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat keamanan. Sementara Undang-Undang No. 36/2009 tentang Kesehatan dan Undang-undang No. 12/2012 tentang Pangan mengamanatkan...
Read More