“Proteinnya juga lengkap dan nyaris semua gizi terkandung dalam bahan pangan hewani,” ujarnya dalam acara peresmian program “AMG Connect” (Ayo Melek Gizi-Community and Nutrition Education Center) atas kerja sama Sarihusada dan IPB di Kampus FEMA IPB, Bogor, Jawa Barat.
Telur, misalnya, menurut dia, hampir semua nutrisi penting terkandung dalam makanan tersebut.
Adapun yang tidak ada hanya vitamin C.Zat gizi lainnya dalam bahan pangan hewani, misalnya vitamin B12 yang antara lain berfungsi dalam pembentukan selubung mielinyang mengelilingi dan melindungi saraf, serta bermanfaat untuk mengendalikan kolesterol.
”Vitamin B12 hanya ada dalam bahan pangan hewani,” imbuh Hardinsyah.
Dia mengungkapkan, sebuah penelitian membuktikan, pemberian makan empat butir telur per minggu pada anak usia 6-12 bulan tidak meningkatkan kolesterol, tetapi justru menaikkan plasma zat besi dan saturasi transferrin (transferrin saturation) dibandingkan kelompok kontrol.
Sementara itu, asam lemak esensial DHA meningkat 30%- 40% pada kelompok yang diberi telur omega-3.Susu, menurut Hardinsyah, yang diperkaya dengan zat besi dan vitamin C, diketahui bisa mencegah anak kurang darah atau anemia.
“Saat ini...
Selamat kepada Dr. Fatmah, SKM, MSc yang telah menjadi pemenang dalam kompetisi cipta slogan sarapan sehat yang merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan Healthy Breakfast Symposium tanggal 16 Juni 2012 lalu.
Selain itu kami juga menyampaikan selamat kepada 25 pengirim pertama dalam kompetisi cipta slogan sarapan sehat yang akan mendapatkan bingkisan dari Sereal Sarapan Nestle. Nama ke-25 pengirim pertama tersebut adalah sebagai berikut:
1. Anggoro S
2. Manjilala
3. Nadya Khairunnisa
4. Sondang Nababan
5. Amanda Jane Pricilla
6. Ahmad Sulaeman
7. Ainia Herminiati
8. dr. Wina Sinaga
9. Betty Yosephin
10. Dr. Fatmah, SKM, MSc
11. Muhammad Aries
12. Okky Virgiawan
13. Destri Mulya Etika
14. Atika Primadala Amrin, S.Gz
15. Anna febritta intan sari
16. Nila Ulifatur Rosyidah
17. Upik Rahmawati
18. Nils Aria Zulfianto, M.Sc.
19. Yuliana Dewi P, SST
20. Windar Purwaningtyas
21. Yustiyani
22. Anggrisya Kristiani,A.Md
23. Rachmat maulana
24. Yudhi adrianto
25. Imam Faqih
Kompetisi untuk penentuan Hari Sarapan Nasional dan Kampanye Sarapan Sehat masih dibuka sampai dengan tanggal 16 Agustus 2012. Bagi yang berminat dapat segera mengirimkan email mengenai...
Sarapan merupakan salah satu perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Sarapan membekali tubuh dengan zat gizi yang diperlukan untuk berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi. Bagi anak sekolah, sarapan terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina anak.
Sarapan ternyata sangat penting sebagai sumber energi untuk memulai padatnya aktivitas hingga siang. Apalagi anak- anak yang masih dalam pertumbuhan. Sayangnya, berdasarkan analisis pada data Konsumsi Pangan hasil survai Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, masih banyak anak yang tidak terbiasa sarapan sehat. Berdasarkan hasil analisis tersebut diketahui bahwa dari 35.000 anak usia sekolah sekitar 26,1 persen sarapan hanya dengan air minum dan 44,6 persen memperoleh asupan energi kurang dari 15 persen kebutuhan energi per hari.
Prihatin dengan fakta itu, Perhimpunan Peminat Gizi Pangan Indonesia (PERGIZI PANGAN Indonesia) bersama Nestle Breakfast Cereal (Sereal Sarapan Nestle) mengadakan simposium pentingnya makan pagi, Sabtu (16/6), di Jakarta. Dengan tema Start your day with nutritious whole grain breakfast (Awali harimu dengan sarapan gandum utuh...
Endang Rahayu Sedyaningsih dilahirkan di Jakarta pada tanggal 1 Februari 1955 dan menamatkan pendidikan sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kemudian, beliau melanjutkan sekolah hingga meraih gelar magister dan doktor dari Harvard School of Public Health, USA.
Endang Rahayu Sedyaningsih menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI sejak 22 Oktober 2009 menggantikan Siti Fadilah Supari hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengabulkan pengunduran dirinya pada Kamis 26 April 2012.
Sebelum menjabat sebagai Menkes RI, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan. Beliau juga tercatat pernah berkarir di kantor Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, khusus untuk penanganan penyakit menular.
Endang berjuang melawan kanker paru-paru sejak Oktober 2010. Berdasarkan pengakuannya, penyakit ini tidak terdeteksi saat cek kesehatan calon anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Satu tahun setelah uji kesehatan itu, Endang kembali melakukan medical check up dan hasilnya terdeteksi ada kanker di paru-parunya. Meskipun demikian, beliau tetap optimis. Hal...
Prof. Dr. Sajogyo dilahirkan di Karanganyar, Jawa Tengah, tanggal 21 Mei 1926. Beliau mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian UI tahun 1950 yang sekarang menjadi Institut Pertanian Bogor. Kemudian melanjutkan pendidikan post doctoral di University of Chicago, AS.
Kontribusi besar beliau diantaranya adalah dalam bidang sosiologi pedesaan, kemiskinan dan pendekatan pendidikan dalam perbaikan gizi masyarakat. Selain itu juga dalam pengembangan program UPGK, SIDI dan SKPG, pengembangan ukuran kemiskinan dan mutu hidup. Dalam karier kepemimpinannya, pernah memimpin IPB (rektor keempat) dan kepala pusat studi pembangunan pedesaan.
Pada tahun 2011 beliau meraih Habibie Award 2011 untuk kategori ilmu sosial dan 18 Januari 2012 lalu, beliau dianugerahi Bakti PERGIZI Award atas jasanya yang telah memimpin PERGIZI PANGAN Indonesia sejak tahun 1979 sampai tahun 1987.
"Pimpinan PERGIZI PANGAN Indonesia turut berduka cita atas berpulangnya Prof. Dr. Sajogyo, Ketua Umum Pertama PERGIZI PANGAN Indonesia, Jumat 17 Maret 2012 sekitar pukul 05.30 di Bogor, teriring doa semoga amal baik dan pengabdiannya bagi PERGIZI PANGAN Indonesia, masyarakat dan bangsa diterima Tuhan...
Bakti PERGIZI Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh PERGIZI PANGAN Indonesia kepada para Ketua Umum dan Sekjen PERGIZI PANGAN Indonesia periode sebelumnya. Penghargaan tersebut diberikan pada tanggal 18 Januari 2012 di Balai Kartini Jakarta pada saat pembukaan acara Seminar Nasional Pangan dan Gizi 2012 yang diselenggarakan oleh PERGIZI PANGAN Indonesia bersama IUNS, dan PERSAGI.
Penerima Bakti PERGIZI Award dapat dilihat pada tayangan berikut:
{youtube}TDmQYSwVsys{/youtube}...
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan yang dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Program ini berada di bawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik di pusat maupun di daerah sedangkan lembaga yang terlibat dalam program ini adalah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Komunikasi dan lnformatika, dan Badan Pusat Statistik yang juga dibantu oleh Tim Tenaga ahli PKH dan konsultan World Bank (Admin PKH 2009).
Secara konseptual, istilah asli untuk program ini adalah Conditional Cash Transfers (CCT), yang diterjemahkan menjadi Bantuan Tunai Bersyarat. Meskipun demikian, program ini bukan dimaksudkan sebagai kelanjutan program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang diberikan dalam rangka membantu rumah tangga miskin mempertahankan daya belinya saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. Program conditional cash transfer banyak dijumpai di sejumlah negara Amerika Latin dan Karibia. Meksiko meluncurkan the Programa de Educación, Saludy Alimentación (PROGRESA) pada tahun 1997. Program ini merupakan titik awal pelaksanaan program...
SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN GIZI 2012
“Pangan dan Gizi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Prima”
SEMNAS PAGI 2012 mengambil tema Pangan dan Gizi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Prima. Indonesia Prima yang dimaksud adalah bangsa Indonesia yang maju, mandiri, adil, makmur dan bermartabat. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan masalah, kebijakan, program, temuan dan inovasi terkini di bidang pangan dan gizi, mendiskusikan dan memberikan alternatif solusi, serta meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya pangan dan gizi dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas dan kuat.
Seminar ilmiah ini berlangsung selama 3 hari, 18-20 Januari 2012. Hari pertama dan kedua lebih difokuskan pada diseminasi masalah, kebijakan, program, dan inovasi terkini di bidang pangan dan gizi yang diawali sambutan pengarahan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perindustrian. Hari ketiga berupa diskusi paralel untuk mendiskusikan future food and diet dan sharing hasil-hasil penelitian dan inovasi terkini dari berbagai lembaga riset dan pendidikan tinggi yang bersifat bottom up atau partisipatif dari peserta yang dikelompokkan pada:1)...
INOVASI PANGAN DAN GIZI MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT, CERDAS DAN KUAT UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA
Balai Kartini-Jakarta, Selasa-Kamis, 25-27 Juni 2013
Berbagai kebijakan dan upaya telah dilakukan dalam mengatasi masalah gizi, namun saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai masalah gizi. Sejumlah 17.9% anak balita mengalami gizi kurang (underweight), 36% mengalami stunting, 5.8% mengalami gizi lebih (overweight). Pada orang dewasa 12.6% tergolong kurus dan 21.7% tergolong gemuk (Riskesdas 2010). Selain itu, diperkirakan 20-40% anak, remaja, dan wanita hamil mengalami anemia dan defisiensi berbagai zat gizi mikro lainnya. Dari segi konsumsi pangan, juga dihadapi masalah mutu gizi dan keamanan pangan. Misalnya rata-rata skor mutu gizi pangan yang diukur dari Skor Pola Pangan Harapan (Skor PPH) baru 77.3 dari skor 100 yang ideal. Hal ini terjadi karena rendahnya konsumsi pangan hewani, sayur dan buah. Hasil pemantauan BPOM tahun 2011 menunjukkan 35.5% makanan jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat keamanan. Sementara Undang-Undang No. 36/2009 tentang Kesehatan dan Undang-undang No. 12/2012 tentang Pangan mengamanatkan...