National Training and Workshop on

INDONESIAN YOUNG FOOD AND NUTRITION LEADERSHIP

(DoYouLead)

Bogor, 21-25 Juni 2013

LATAR BELAKANG

Selama sepuluh tahun terakhir telah dihasilkan sekitar 2500 Sarjana Gizi (SGz) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Semula hanya ada dua pendidikan tinggi yang menghasilkan Sarjana Gizi di Indonesia, kini telah menjadi sekitar 40 pendidikan tinggi, termasuk pendidikan tinggi swasta. Demikian pula dengan pendidikan sarjana di bidang teknologi pangan, pada tahun ini saja diperkirakan jumlah lulusan sarjana di bidang gizi dan teknologi pangan di Indonesia mencapai 2000 sarjana baru. Pada umumnya mereka bekerja di lembaga pemerintah pusat dan daerah serta lembaga pengembangan IPTEKS (pendidikan tinggi dan litbang) yang berkaitan dengan misi pangan dan gizi, industri pangan, industri jasa makanan (restoran), LSM dan ber-wirausaha.

Berbeda dengan pendidikan diploma, pendidikan sarjana memiliki penguasaan IPTEKS  dan dasar pengembangan  keilmuan, kebijakan dan  program yang lebih kuat, serta mempunyai peluang yang lebih besar untuk menjadi pimpinan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai pengembang inovasi yang akan mempunyai daya ungkit dalam berbagai dimensi kehidupan dan pembangunan bangsa.

Pada beberapa diskusi nasional akhir-akhir ini mencuat kritikan “Kenapa laju penurunan masalah gizi masih lamban dan masalah pangan semakin sering muncul, sementara pendidikan tinggi, politisi, pakar dan sarjana di bidang ini semakin banyak?”  Masalahnya sangat kompleks mulai dari soal politik dan konflik kebijakan sampai soal angaran, lahan, kemiskinan dan ketidakberdayaan. Namun dalam berbagai diskusi dan tulisan juga disebutkan bahwa salah satu solusi perbaikannya terletak pada pemimpin (leaders) dan kepemimpinannya (leadership).

Teori leadership modern menunjukkan bahwa leaders dapat dibentuk. Leadership is earned not given, leadership is about performance not position, and  leadership is a profession not a calling. Ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk membentuk leadership, yaitu 1) preparation, 2) practice, dan 3) persistence, seperti dibahas dalam  buku Leadership Rules (2011) dan buku How To Lead (2011). Sementara dalam kurikulum pendidikan sarjana di bidang gizi dan teknologi pangan tidak ada pembelajaran leadership secara terstruktur. Leadership oleh segelintir aktivis mahasiswa dipelajari  secara informal.

Berdasarkan pertimbangan tersebut PERGIZI PANGAN Indonesia, sebagai wadah perhimpunan para pakar  gizi dan pangan Indonesia tergerak bersama Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Gizi Indonesia (ILMAGI) dan Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) untuk menyelenggarakan pengkaderan nasional kepemimpinan generasi muda gizi dan pangan; dengan harapan agar keberadaan segelintir generasi muda gizi dan pangan yang berkualitas secara akademik dan leadership dapat mempunyai daya ungkit yang lebih besar dalam pembangunan gizi dan pangan nasional di masa mendatang.

TUJUAN

Tiga tujuan utama training dan workshop ini adalah:

  1. Meningkatkan silaturahmi dan transfer pengalaman dan keteladanan karakter dari pimpinan lembaga pemerintah, pimpinan perusahaan, NGOs dan pakar senior di bidang gizi dan pangan kepada generasi muda gizi dan pangan yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan;
  2. Meningkatkan jumlah dan kapasitas leadership generasi muda gizi dan pangan yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan dalam pembangunan gizi dan pangan di Indonesia;
  3. Memfasilitasi terbentuknya jejaring (networking) antar generasi muda gizi dan pangan yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan dalam visi yang sama sebagai dasar untuk membangun komitmen bersama untuk turut berkontribusi dalam pembangunan gizi dan pangan di Indonesia.

 

HASIL DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah :

  1. Terjadi silaturahmi dan transfer pengalaman dan keteladanan karakter dari pimpinan  lembaga pemerintah, pimpinan perusahaan, NGOs dan pakar senior di bidang gizi dan pangan kepada generasi muda gizi dan pangan yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan;
  2. Meningkatnya jumlah sarjana di bidang gizi dan pangan yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan dalam pembangunan gizi dan pangan di Indonesia;
  3. Terbentuknya jejaring (networking) antar sarjana di bidang gizi dan pangan dalam visi yang sama sebagai dasar untuk membangun komitmen bersama untuk turut berkontribusi dalam pembangunan gizi dan pangan di Indonesia;
  4. Generasi (angkatan) pertama pelatihan ini diharapkan setiap dua tahun dapat  membantu atau memfasilitasi penyelenggaraan training dan workshop serupa di masa datang secara berkelanjutan.

 

LINGKUP MATERI

Materi training meliputi materi dasar dan materi profesi yang disertai dengan materi keakraban (outbond) dan permainan leadership.

Materi dasar meliputi:

  1. Ciri dan kemampuan leader
  2. Leadership dan pengembangan profesi gizi
  3. Pengalaman leadership di lembaga pemerintahan
  4. Pengalaman leadership di lembaga pengembangan IPTEKS
  5. Pengalaman leadership di industri
  6. Pengalaman leadership NGOs

 

Materi profesi dan praktek leadership meliputi:

  1. Sejarah dan Perkembangan IPTEKS gizi, peran beragam disiplin serta leadership
  2. Sejarah dan Perkembangan IPTEKS pangan, peran beragam disiplin serta leadership
  3. Masalah, kebijakan dan program pangan dan gizi masa lalu dan masa kini
  4. Kelembagaan pangan dan gizi serta leadership yang diharapkan
  5. Sosok leadership yang dibutuhkan di bidang R&D, industri pangan
  6. Sosok leadership yang dibutuhkan di bidang regulasi pangan, industri pangan
  7. Sosok leadership yang dibutuhkan di bidang CSR, industri pangan
  8. Sosok leadership yang dibutuhkan di bidang pemasaran, industri pangan
  9. Sosok leadership yang dibutuhkan di bidang PR,  industri pangan
  10. Sosok leadership yang dibutuhkan di bidang industri jasa makanan
  11. Sosok leadership yang dibutuhkan di klinik gizi

 

Materi Workshop meliputi:

  1. Mengapa masih ada masalah gizi dan pangan di Indonesia?
  2. Apakah dibutuhkan leadership? Bila ya, leadership seperti apa untuk mengatasi masalah gizi dan pangan Indonesia?
  3. Visi dan sosok baru pembangunan gizi dan pangan Indonesia
  4. Komitmenku dalam pembangunan gizi dan pangan Indonesia

 

WAKTU, TEMPAT,  METODE DAN JADWAL

Training dan workshop dilakukan pada tanggal 21-24 Juni (Jumat sampai Senin) 2013 di Yayasan Pengembangan Islam (YPI), Ciawi–Kabupaten Bogor.

Metode kegiatan berupa outbond dan games, ceramah, presentasi dan diskusi, studi kasus dan perumusan rencana tindak lanjut berupa visi anak bangsa dan leadership dalam perbaikan gizi dan pangan Indonesia. Jadwal kegiatan selama empat (4) hari terlampir pada Lampiran 1.

NARASUMBER DAN FASILITATOR

Narasumber pada acara ini adalah pimpinan lembaga pemerintah di bidang pangan dan kesehatan (Wakil Menteri Perdagangan, Kepala BKP Kementan, dan Kabalitbangkes Kemenkes); pimpinan dari berbagai perusahaan atau industri nasional dan multi-nasional (Indofood, Garudafood, Coca Cola, Nestle, Danone, Frisian Flag, Kraft Foods dan Antam); NGO/LSM Nasional dan Internasional (YEAH Indonesia); Pimpinan Industri Jasa Makanan dan Jasa Klinik Gizi (Lotteria dan Kepala Klinik Gizi RSCM Jakarta) dan juga Profesor dan tokoh senior gizi dan pangan nasional (Prof. Soekirman, Prof. Hardinsyah,  Prof.  Poerwiyatno Haryadi,  Prof. Dr. dr. Fasli Jalal, SpGK, dan Dr. Minarto).

Fasilitator training dan workshop adalah para aktivis muda gizi dan pangan yang berpengalaman dalam memimpin organisasi dan fasilitator dalam berbagai workshop dan training kepemimpinan dan kepemudaan.

PESERTA DAN PERSYARATAN PESERTA

Jumlah peserta adalah 40 orang terpilih. Peserta adalah sarjana (lebih diprioritaskan) atau mahasiswa tingkat akhir program sarjana di bidang gizi, pangan dan kesehatan dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Umur tidak lebih dari 25 tahun pada tgl 7 Juni 2013, dibuktikan dengan copy KTP
  2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 dan nilai Bahasa Inggris minimal B, dibuktikan dengan copy daftar nilai
  3. Bagi sarjana, menyertakan referensi (rekomendasi) dari salah seorang Dosen atau dari atasan langsung bila sudah bekerja, formulir dapat diunduh di sini
  4. Bagi mahasiswa tingkat akhir, menyertakan referensi (rekomendasi) dari tokoh organisasi mahasiswa yang relevan atau dari tokoh organisasi gizi/pangan di kampus atau di daerah bermukim, formulir dapat diunduh di sini
  5. Bersedia membayar biaya partisipasi sebesar Rp 250.000,-
  6. Mengisi formulir pendaftaran calon Peserta DoYouLead, yang dapat diunduh di sini
  7. Bersedia menanggung biaya transportasi dari tempat asal ke tempat kegiatan DoYouLead dan sebaliknya akan lebih diutamakan.

 

SELEKSI PESERTA

Sejumlah 40 peserta akan dipilih berdasarkan : 1) persyaratan administrasi, 2) visi dan prospek karir peserta, dan 3) sebaran jenis kelamin. Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat. Peserta yang lolos mengikuti kegiatan DoYouLead akan mendapatkan kesempatan mengikuti SEMNAS PAGI 2013 tanggal 25 sampai 27 Juni 2013 di Balai Kartini Jakarta dan dibebaskan dari biaya investasi sebesar Rp 300.000,- Selama mengikuti SEMNAS ini, akomodasi ditanggung oleh masing-masing peserta. Tema SEMNAS PAGI 2013 adalah Inovasi Pangan dan Gizi Mewujudkan Generasi Cerdas, Sehat, dan Kuat untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa.

CARA PENDAFTARAN DAN SEKRETARIAT

Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan semua berkas persyaratan yang telah diisi dan hasil scan foto via email ke dpp.pergizi@gmail.com dengan subjek DoYouLead. Pendaftaran terakhir pada tanggal 7 Juni 2013 jam 24.00 WIB.

FASILITAS

Setiap peserta akan memperoleh akomodasi, konsumsi, materi, dan sertifikat.

PENYELENGGARA

Kegiatan ini diselengarakan  pertama kali oleh PERGIZI PANGAN Indonesia bersama Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Gizi Indonesia (ILMAGI) dan Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) bekerjasama dengan lembaga pemerintah dan swasta. Panitia Penyelenggara adalah sebagai berikut:

Panitia Pengarah

Prof. Dr. Hardinsyah, MS (Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia/IPB)

Ir. Adhi S Lukman (Ketua GAPMMI)

Azis Jati, SGz (Ketua Umum ISAGI/UGM)

Septian Hari Pratama (Ketua Umum ILMAGI/UNDIP)

Muhamad Ulil Ahsan (Ketua Umum HMPPI/UMB)

Panitia Pelaksana

Ketua: Mahmud Aditya Rifki (ISAGI/Ketua ISAGI Jawa Barat)

Sekretaris: Atika Primadala Amrin (ISAGI)

Bendahara: Erida Tirti (HMPPI)

Divisi Kepesertaan: Imam Faqih (ILMAGI/HIMAGIZI IPB)

Divisi Materi dan Program: Silvia Mawarti Perdana (ISAGI)

Divisi Akomodasi dan Pubdok: Septian Suhandono (HIMAGIZI IPB)

TIMELINE

Masa pendaftaran calon peserta  DoYouLead2013 sampai dengan 7 Juni 2013 pukul 12.00 WIB

Pengumuman peserta DoYouLead2013 terpilih 9 Juni 2013

Konfirmasi kesediaan hadir di DoYouLead2013 sampai 12 Juni 2013 pukul 20.00 WIB

Kegiatan DoYouLead2013 20-24 Juni 2013

 

SEKRETARIAT PANITIA

Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680. Telepon (0251) 8621258 ext 332, (021) 36089502; fax (021) 36089502 (0251) 8622276, Hp: 0852 192 37763 (Atika), e-mail: dpp.pergizi@gmail.com, web: www.pergizi.org, twitter: @PERGIZI

 

Leave a Reply