Pendidikan Sarapan Sehat 2018

Pendidikan Sarapan Sehat 2018

Sarapan merupakan salah satu perilaku penting untuk mewujudkan gizi seimbang, tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak atau belum biasa sarapan. Salah satu momentum penting untuk mengingatkan dan mendorong masyarakat terutama anak sekolah, guru, orang tua dan civitas akademika agar menerapkan perilaku gizi seimbang dengan baik, yang salah satunya adalah membiasakan sarapan sehat. Berbagai studi menunjukkan bahwa sarapan memiliki berbagai manfaat yang luar biasa bagi gizi, pendidikan dan keceriaan anak. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia (7 April 2017) dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2017), Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia kembali bekerja sama dengan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menyelenggarakan Pendidikan Sarapan Sehat kepada mahasiswa dan dosen, siswa Sekolah Dasar, Guru Sekolah Dasar dan Orangtua siswa di 7 Kota di Pulau Jawa, Indonesia mulai Mei sampai Agustus 2018, dengan tema “Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi” Sejak tahun 2015, PERGIZI PANGAN Indonesia bekerjasama dengan PT Indofood CBP...
Read More
Pendidikan Sarapan Sehat di 10 Kota

Pendidikan Sarapan Sehat di 10 Kota

Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia sejak berdirinya selalu berupaya bersama stakeholder mewujudkan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat. Kegiatan Pendidikan Sehat merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan hal tersebut dengan tema kegiatan adalah Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi yang dimulai sejak tahun 2014. Kegiatan pendidikan sarapan sehat yang dilaksanakan oleh PERGIZI PANGAN Indonesia dengan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk pada tahun 2016 ini kerjasama dengan 10 perguruan tinggi yang menjadi mitra kerja di sepuluh (10) kota, yaitu Prodi Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM), Jurusan Gizi FIK Unsoed, Jurusan Gizi AKZI Surabaya, Program Studi Tata Boga Jurusan PKK Universitas Negeri Semarang, Prodi Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM), Jurusan Gizi Universitas Respati, Jurusan Gizi FKM Universitas Airlangga, Jurusan Teknologi Pangan Universitas Mercubuana, dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Semarang.  Pendidikan sarapan sehat telah dilakukan kepada 13.527 anak Sekolah Dasar, 911 guru Sekolah Dasar (SD), 695 orang tua dan 992 Mahasiswa terlatih...
Read More

Alternative Indices for the Assessment of Nutritional Quality of Balanced Diet of Indonesian Children 4-6 Years Old

Alternative Indices for the Assessment of Nutritional Quality of Balanced Diet of Indonesian Children 4-6 Years Old Angga Hardiansyah, Hardinsyah and Dadang Sukandar Department of Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, Bogor Agricultural University, Bogor, Indonesia Full article can be downloaded here. ...
Read More

Catatan Mahasiswa ITP dari Program Pelatihan Kepemimpinan PERGIZI PANGAN

Farah Diza Putri Sutisna, mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) angkatan 2012, terpilih menjadi salah satu peserta Pergizi School of Nutrition and Leadership (PERSONAL) yang diselenggarakan oleh PERGIZI PANGAN Indonesia (FOOD AND NUTRITION SOCIETY OF INDONESIA) pada 19-31 Januari 2015. Farah berbagi cerita kepada semua melalui tulisan ini:   Sebelum mengikuti kegiatan PERSONAL, saya telah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Seleksi wawancara dilakukan di Sekretariat PERGIZI PANGAN Indonesia yang berlokasi di kampus IPB. Suasana menunggu wawancara begitu menegangkan karena saya mendapatkan giliran terakhir. Tibalah saatnya dipanggil masuk untuk wawancara, perasaan grogi itu pun berangsur hilang karena pewawancara, yang tidak lain adalah Prof. Hardinsyah (Ketua PERGIZI PANGAN) dan Kak Khoirul Anwar (Ketua panitia PERSONAL), bersikap sangat ramah selama proses wawancara berlangsung.   Satu-satunya Peserta dari Kampus Swasta! Tidak kurang dari dua minggu setelah wawancara, pengumuman dikirim melalui email. Alhamdulillah, rasa syukur itu saya panjatkan ketika saya dinyatakan DITERIMA menjadi peserta. Bagaimana tidak, hanya ada 19 orang yang diterima sebagai peserta pada kegiatan...
Read More

Gizi Mempengaruhi Perkembangan Otak

TUMBUH kembang bayi sangat menentukan masa depannya. Pemberian makanan yang tidak mempertimbangkan nutrisi dan gizi bisa berdampak pada karakter dan fungsi otaknya. Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Prof Dr Hardinsyah mengatakan, anak yang kurang gizinya di masa tumbuh kembangnya maka akan mengalami gangguan di masa mudanya. "Anak jadi mudah sakit, daya tahan tubuh lemah, proses berpikirnya lamban dibandingkan dengan anak seusianya. Selain itu mereka lebih mudah emosi karena faktor hormon yang kurang sempurna," ujarnya dalam peresmian gedung AMG Connect (Ayo Melek Gizi-Community and Nutrition Education Center) di FEMA IPB, Bogor, belum lama ini. Pangan hewani juga mengandung makanan nyaris lengkap zat gizi. Hanya saja pada hewani ini tidak memiliki kandungan vitamin C. Itu sebabnya, kata Hardinsyah, dirinya menyebut golongan hewani ini sebagai makanan yang nyaris lengkap gizi. Penganan hewani mengandung vitamin B-12 yang fungsinya untuk menyempurnakan perkembangan otak. Jadi si anak lebih pintar dalam berfikir. Berita Kota / sm...
Read More

Protein Hewani Pendukung Pertumbuhan

“Proteinnya juga lengkap dan nyaris semua gizi terkandung dalam bahan pangan hewani,” ujarnya dalam acara peresmian program “AMG Connect” (Ayo Melek Gizi-Community and Nutrition Education Center) atas kerja sama Sarihusada dan IPB di Kampus FEMA IPB, Bogor, Jawa Barat. Telur, misalnya, menurut dia, hampir semua nutrisi penting terkandung dalam makanan tersebut. Adapun yang tidak ada hanya vitamin C.Zat gizi lainnya dalam bahan pangan hewani, misalnya vitamin B12 yang antara lain berfungsi dalam pembentukan selubung mielinyang mengelilingi dan melindungi saraf, serta bermanfaat untuk mengendalikan kolesterol. ”Vitamin B12 hanya ada dalam bahan pangan hewani,” imbuh Hardinsyah. Dia mengungkapkan, sebuah penelitian membuktikan, pemberian makan empat butir telur per minggu pada anak usia 6-12 bulan tidak meningkatkan kolesterol, tetapi justru menaikkan plasma zat besi dan saturasi transferrin (transferrin saturation) dibandingkan kelompok kontrol. Sementara itu, asam lemak esensial DHA meningkat 30%- 40% pada kelompok yang diberi telur omega-3.Susu, menurut Hardinsyah, yang diperkaya dengan zat besi dan vitamin C, diketahui bisa mencegah anak kurang darah atau anemia. “Saat ini...
Read More