Home Berita Terkini

Daftar Komunitas



Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini390
mod_vvisit_counterper Hari509
mod_vvisit_counterper Minggu1759
mod_vvisit_counterper Bulan6537
mod_vvisit_counterSeluruhnya505560

Berita Terkini

Oleh: Muhammad Nur Hasan Syah Perjalanan hidup merupakan sebuah proses menuju kesempurnaan. Menjadi “Champion” adalah visi dari setia...

Read more
 

Jurnal Terkini

Jurnal Gizi dan Pangan merupakan publikasi resmi PERGIZI PANGAN Indonesia yang bekerjasama dengan Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas E...

Read more


Selamat Jalan Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia PDF Print E-mail

Prof. Dr. Sajogyo dilahirkan di Karanganyar, Jawa Tengah, tanggal 21 Mei 1926. Beliau mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian UI tahun 1950 yang sekarang menjadi Institut Pertanian Bogor. Kemudian melanjutkan pendidikan post doctoral di University of Chicago, AS.

 

Kontribusi besar beliau diantaranya adalah dalam bidang sosiologi pedesaan, kemiskinan dan pendekatan pendidikan dalam perbaikan gizi masyarakat. Selain itu juga dalam pengembangan program UPGK, SIDI dan SKPG, pengembangan ukuran kemiskinan dan mutu hidup. Dalam karier kepemimpinannya, pernah memimpin IPB (rektor keempat) dan kepala pusat studi pembangunan pedesaan.

 

Pada tahun 2011 beliau meraih Habibie Award 2011 untuk kategori ilmu sosial dan 18 Januari 2012 lalu, beliau dianugerahi Bakti PERGIZI Award atas jasanya yang telah memimpin PERGIZI PANGAN Indonesia sejak tahun 1979 sampai tahun 1987.



"Pimpinan PERGIZI PANGAN Indonesia turut berduka cita atas berpulangnya  Prof. Dr. Sajogyo,  Ketua Umum Pertama PERGIZI PANGAN Indonesia, Jumat 17 Maret 2012  sekitar pukul 05.30  di Bogor, teriring doa semoga amal baik dan pengabdiannya bagi PERGIZI PANGAN Indonesia, masyarakat dan bangsa diterima Tuhan Yang Maha Esa, amien."

 


 
Bakti PERGIZI Award PDF Print E-mail

Bakti PERGIZI Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh PERGIZI PANGAN Indonesia kepada para Ketua Umum dan Sekjen PERGIZI PANGAN Indonesia periode sebelumnya. Penghargaan tersebut diberikan pada tanggal 18 Januari 2012 di Balai Kartini Jakarta pada saat pembukaan acara Seminar Nasional Pangan dan Gizi 2012 yang diselenggarakan oleh PERGIZI PANGAN Indonesia bersama IUNS, dan PERSAGI.

 

Penerima Bakti PERGIZI Award dapat dilihat pada tayangan berikut:

 

 
PKH, CCT Program di Indonesia PDF Print E-mail

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan yang dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Program ini berada di bawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik di pusat maupun di daerah sedangkan lembaga yang terlibat dalam program ini adalah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Komunikasi dan lnformatika, dan Badan Pusat Statistik yang juga dibantu oleh Tim Tenaga ahli PKH dan konsultan World Bank (Admin PKH 2009).

Secara konseptual, istilah asli untuk program ini adalah Conditional Cash Transfers (CCT), yang diterjemahkan menjadi Bantuan Tunai Bersyarat. Meskipun demikian, program ini bukan dimaksudkan sebagai kelanjutan program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang diberikan dalam rangka membantu rumah tangga miskin mempertahankan daya belinya saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. Program conditional cash transfer banyak dijumpai di sejumlah negara Amerika Latin dan Karibia. Meksiko meluncurkan the Programa de Educación, Saludy Alimentación (PROGRESA) pada tahun 1997. Program ini merupakan titik awal pelaksanaan program CCT dalam sekala besar. Brazil memiliki Programa Nacional de Bolsa Escola dan Programa de Erradicaçao do Trabalho Infantil, (PETI). Kolumbia meluncurkan the Familias en Acción program (FA), Honduras memiliki the Programa de Asignación Familiar (PRAF), Jamaica memperkenalkan the Program of Advancement through Health and Education (PATH), dan Nikaragua memperkenalkan the Red de Protección Social (RPS) (BAPPENAS 2009).

Program ini telah dilakukan sejak bulan Maret tahun 2005 dengan sasaran kelompok masyarakat miskin dan yang ada pada garis batas kemiskinan berdasarkan kriteria kemiskinan BPS, yaitu pendapatannya Rp 100.000/rumahtangga/bulan. Perkembangan jumlah sasaran program sejak tahun 2005, 2008, dan 2009 berturut-turut sebesar 19.1 juta rumahtangga, 19.2 juta rumahtangga, dan 18.5 juta rumahtangga (Gaol 2010). Kegiatan survei PKH di Indonesia dilaksanakan sejak tahun 2007. Kegiatan tersebut dilaksanakan di tujuh propinsi, yaitu Propinsi Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur (Admin PKH 2007).

Sasaran PKH untuk bidang kesehatan adalah ibu menyusui dan balita yang berasal dari rumahtangga miskin agar kelompok ini dapat mengakses layanan kesehatan dasar yang dampak jangka panjangnya adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Alasan penetapan ibu menyusui dan balita rumahtangga miskin sebagai sasaran PKH karena berdasarkan survei yang dilakukan saat 2002 – 2003 menunjukkan bahwa kelompok ini tidak mampu mengakses layanan kesehatan dasar sebagian besar karena alasan tidak adanya uang. Gaol (2010) menyebutkan bahwa alasan tidak adanya uang ini diungkapkan oleh 34% rumahtangga miskin.

Saat ini, PKH telah berjalan lebih dari 2 tahun dan semestinya dampak/manfaat dari program telah dapat diukur, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Laporan Bank Dunia menyebutkan bahwa Program CCT menunjukkan dampak signifikan pada kesehatan dan gizi yang diantaranya adalah peningkatan konsumsi pangan serta perbaikan pola konsumsi pangan (Fiszbein & Schady et al. 2009). Selain itu, Program CCT juga dinyatakan berhubungan dengan peningkatan tinggi badan (aspek penting untuk mengukur status gizi jangka panjang). Angka stunting di Meksiko, Nikaragua dan Kolombia turun, secara berurutan, 10%, 5.5%, dan 7% (BAPPENAS 2009).

Pengukuran dampak/manfaat kesehatan program dapat dilakukan pada sasaran program yaitu ibu menyusui dan balita. Kajian Brinkman, de Pee, Sanogo, Subran dan Bloem (2010) menunjukkan bahwa hasil simulasi data konsumsi energi selama 2006 sampai 2010 ada 4.5 milyar penduduk yang terancam kelaparan dan mengalami kegagalan tumbuh karena tidak memiliki sumberdaya yang cukup untuk mengakses pangan berkualitas. Hal ini tentu juga akan berdampak pada mutu sumberdaya manusia pada generasi berikutnya karena kejadian kurang gizi pada 2 tahun pertama kehidupan akan berdampak jangka panjang (Brinkman et al. 2010; Martorell et al. 2010). Selain itu berbagai kajian juga menunjukkan bahwa status gizi balita merupakan indikator yang sangat baik untuk menilai situasi gizi masyarakat, oleh karena itu pengukuran dampak/manfaat program ini pun akan lebih difokuskan pada perubahan status gizi balita yang berasal dari rumahtangga sasaran. Perubahan status gizi diukur dengan indikator BB/U dan TB/U dimana kedua indikator pengukuran ini juga diterapkan untuk mengukur dampak program ABAD (Apni Beti Apna Dhan/Our Daughter, Our Wealth), yaitu suatu Program CCT yang dilakukan di India Utara sejak tahun 1994 (Sinha & Yoong 2009).

 
SEMNAS PAGI 2012 PDF Print E-mail

SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN GIZI 2012

“Pangan dan Gizi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Prima”


SEMNAS PAGI 2012 mengambil tema Pangan dan Gizi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Prima.  Indonesia Prima yang dimaksud adalah bangsa Indonesia yang maju,  mandiri, adil, makmur dan bermartabat.  Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan masalah, kebijakan, program, temuan dan inovasi terkini di bidang pangan dan gizi, mendiskusikan dan memberikan alternatif solusi, serta meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya pangan dan gizi dalam mewujudkan generasi  sehat, cerdas dan kuat.


Seminar ilmiah ini berlangsung selama 3 hari,  18-20 Januari 2012.  Hari pertama dan kedua lebih difokuskan pada diseminasi masalah, kebijakan, program, dan inovasi terkini di bidang pangan dan gizi yang diawali sambutan pengarahan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perindustrian. Hari ketiga berupa diskusi paralel untuk mendiskusikan future food and diet  dan sharing hasil-hasil penelitian dan inovasi terkini  dari berbagai lembaga riset dan pendidikan tinggi yang bersifat bottom up atau partisipatif dari peserta yang dikelompokkan pada:1) bidang ketersediaan, mutu dan keamanan pangan, dan 2) bidang pangan fungsional, diet dan suplemen

Berbagai materi yang telah disampaikan oleh para pembicara di seminar ini dapat diunduh (download) dengan log in terlebih dahulu.

Pleno 1: Essential fatty acids, health and development

1. Fatty acids, child development and cardiovascular diseases (Prof. Dr Ibrahim Elmadfa)

Pleno 2: Kebijakan dan program pangan, gizi dan kesehatan

1. Isu utama dalam penyempurnaan Undang-Undang Pangan untuk memantapkan ketahanan pangan dan  gizi  (Prof. Dr. Achmad Suryana, MSc, Kepala BKP Kementan)

2. Maternal and young child nutrition: Policies and strategies (Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono)

3. Upaya meningkatkan koordinasi dan peran stakeholder dalam penguatan implementasi RAN/RAD-PG  (Dra. Nina Sardjunani, MA)

4. Peran dan harapan  industri pangan dalam meningkatkan ketahananan pangan dan perbaikan gizi (Ir. Adhy S Lukman)

Pleno 3: Mewujudkan gizi seimbang

1. Penanggulangan masalah gizi ganda dan PTM melalui pendekatan gizi seimbang (Prof. Razak Thaha, MSc)

2. Arah pengembangan pesan gizi seimbang dalam mengatasi beban ganda masalah gizi (Dr. Dewi Permaesih)

3. Masalah keamanan pangan dan solusinya dalam mewujudkan gizi seimbang. (Drs. Halim Nababan, MM)

4. Dimensi  rasa dalam mewujudkan gizi seimbang (Prof. Dr. Hardinsyah, MS)

Pleno 4: Fortifikasi pangan sebagai strategi menuju gizi seimbang

1. Efektifkah fortifikasi pangan dalam program gizi (Prof. Soekirman)

2. Standar mutu dan keamanan pangan yang wajib (mandatory) difortifkasi  untuk perbaikan gizi (Ir. Faiz Achmad, MBA)

3. Peran kemitraan pemerintah dan swasta dalam fortifikasi pangan (Dr. Jenny Elisabeth)

Pleno 5: Research on nutrition and health

1. Global perspective on food and nutrition security (Martin Bloem, MD. PhD)

2. New directions in maternal and child nutrition research for Indonesia (Prof Jacques G. Bindels, PhD)

3. Profesionalisasi peneliti kesehatan (Prof. dr. Umar Fahmi Achmadi, MPH, PhD

Pleno 6: Air dalam Gizi Seimbang menuju Indonesai Prima

1. Air sebagai Zat Gizi Esensial, Asupan dan Masalahnya di Indonesia (Prof. Dr. Hardinsyah, MS)

2. Kualitas air putih dan dampaknya bagi kesehatan (Dr. Prijo Sidi Pratomo, Sp Rad(K))

3. Efek Dehidrasi pada Fungsi Kognisi dan Mood (Dr. Saptawati Bardosono, MSc)

4. Air dalam Gizi Seimbang Indonesia, Kebijakan dan Upaya Mencegah Dehidrasi (Dr. Minarto, MPS)

Pleno 7: Peran kemitraan  dalam penyediaan eviden gizi : South East Asia Nutrition Survey (SEANUTS) – A Comprehensive Regional Study on Children Nutritional-Health Status

1. National nutritional assessment of children age 6 months- 12 year old in Indonesia (Dr. Sandjaya, MPH)

2. SEANUTS: South- east Asia nutrition survey (Dr. Ilse Tan Khouw, Msc, Clinical)

3. Pengaruh gizi dan stimulasi pada perkembangan otak dan kecerdasan anak (Prof. Dr. dr. Fasli Djalal,  SpGK)

Pleno 8:  Kajian Pengaruh Asupan Gizi terhadap Tumbuh Kembang Anak (Moderator: Prof. Ali Khomsan, MS/FEMA IPB)

1. Peran pangan hewani, dan  efikasi   susu terfortifikasi bagi perkembangan anak di negara dengan pendapatan terbatas  (Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc).

2. Efek pemberian formula yang mengandung sinbiotics dan LC-PUFA pada pertumbuhan anak dan mikrobiota usus (Dr. Muzal Kadim, Sp.A(K)).

3. Manfaat Prebiotik  dan probiotik bagi kesehatan anak (Dr. Inggrid s Surono, MSc)

Pleno 9: Dancing leader - Pendekatan holistik dan leadership dalam perbaikan pangan dan gizi

1. Tarian harmoni kehidupan (Yusuf Sutanto)

2. Peran Pendidikan Tinggi dan IPTEKS dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi (Dr. Arif satria)

3. Dimensi Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Ketahanan Pangan dan Gizi (Dr. Ir. Rimun Wibowo, MSi)

Pleno 10A: Pangan Masa Depan (Future Food)

1. Proyeksi suplai dan permintaaan  pangan  masa depan serta tantangan global (Dr. Handewi  Saliem dan Dr. Reni Kustiari, MSc)

2. Iptek dan produk pangan masa depan serta peluang bagi industri (Dr. Dahrul Syah, MS)

Pleno 11A:  Update on food-nutrition research & inovation: Ketersediaan pangan, mutu gizi dan sosial ekonomi

1. Perkembangan ketersediaan dan kecukupan pangan di Indonesia dalam tiga dekade terakhir (Nesyi Febi Oktarian Putri , SGz dkk)

2. Evaluasi pemenuhan hak atas pangan dan gizi di Indonesia dalam tiga dekade terakhir (Devi Sandy Ambarpratiwi, SGz dkk)

3. Perkembangan penduduk defisit energi di indonesia dan kaitannya dengan tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, harga beras, dan laju inflasi (Elfrida Yuliansari SGz. dkk)

4. Perkembangan masalah gizi kurang kaitannya dengan kebijakan dan program ketahanan pangan dan perbaikan gizi di indonesia (Anak Agung Ayu Widi Utari, SGz dkk)

5. Hubungan karakteristik sosial ekonomi wilayah dengan masalah gizi ganda pada kelompok usia balita di wilayah perdesaan dan perkotaan Indonesia (Dewi Ratih dkk)

6. Model program tumbuh kembang anak usia dini di Padang (Dr. Rina Yenrina, MS dkk)

Pleno 12A:  Update on foo-nutrition research & inovation: Ketersediaan pangan, mutu gizi dan sosial ekonomi

1. Efek berbagai pengawet alami  pengganti formalin  terhadap sifat organoleptik dan masa simpan daging dan ikan (Eni Purwani dkk)

2. Pengaruh penambahan tepung pury terhadap mutu gizi dan organoleptik likury, sempry, makary dan krupy (Dr Trina Astuti dkk)

3. Komposisi proksimat dan penerimaan sensoris  tempe campuran jagung-kedelai (Dwi Sarbini dkk)

4. Pembuatan pangan darurat zecca (Zea mays-Sallacca zallaca) dan kerajian kulit salak ‘sacqura’ bagi korban pengungsi bencana merapi guna menerapkan prinsip zero waste dalam industri kecil berbasis potensi local (Septian Suhandono)

5. Ngemil makanan gorengan dan tingkat konsumsi lemak berhubungan dengan hipertensi pada supir bus di Surabaya (Trias Mahmudiono dkk)

6. Kesegaran jasmani pada remaja putri: konsumsi, kecukupan tidur dan status gizi (Risa Anggraini)

Pleno  13A:  Update on food-nutrition research & inovation: Ketersediaan pangan, mutu gizi dan sosial ekonomi

1. Hubungan pengetahuan ibu rumah tangga tentang makanan berserat dengan pola makan keluarga (Guspri Devi Artanti dkk)

2. Pengetahuan, sikap dan dukungan ayah terhadap praktik pemberian asi eksklusif  (Anggraini Dwi Wijayanti dkk

3. Pengaruh feeding practices terhadap status gizi anak usia 12-24 bulan Di kabupaten semarang (Heni Hendriyani, MPH)

4. Hubungan antara status gizi pengasuh dengan kekurusan pada balita (Dini Ririn Andrias)

5.  Hubungan antara pola asuh gizi, karakteristik keluarga, dan budaya pantang makan dengan status gizi anak usia 2-3 tahun di kecamatan ciputat timur kota tangerang selatan (Catur Rosidati,,MKM dkk)

6.   Faktor yang mempengaruhi berat badan tidak naik (2T) pada baduta gakin setelah pemberian mp-asi kemenkes di pancoran (Ratri Ciptaningtyas)

7.   Hubungan aktivitas fisik dan lemak darah pada remaja gemuk (Fitrah Ernawati, dkk)

Pleno 10B: Future Diets and Supplements

1.   Diet masa depan dan implikasinya pada dietetic profesionalism (Dr. Martalena Purba, MSc)

2.   Pangan fungsional  dan suplemen masa depan  serta peluang riset dan bisnis (Prof. Dr. Ahmad Sulaeman, MS)

Pleno  11B:  Update on food-nutrition research & innovation: Pangan fungsional, diet dan suplemen

1.   Uji klinis  modifikasi diet ”DASH” bagi pria indonesia yang mengalami prahipertensi (Dr. Heryudarini harahap dkk)

2.   Efikasi  diet ”DASH” dan  olahraga jalan cepat  terhadap tekanan darah  pria yang mengalami  prahipertensi (dr. Mustafa kamal, dkk)

3.   Efikasi suplemen protein, sinbiotik dan gizi mikro terhadap mikroflora dan sekretori imunoglobulin-a pasien tb paru (Dr. Suparman dkk)

4.   Efek imunomodulator propolis indonesia terhadap sel T CD8+ pada pasien kanker payudara (Dr. Eliza halim dkk)

5.   Pengaruh intervensi susu kedelai terhadap konsentrasi MDA plasma remaja gemuk (dr. Mira Dewi, MS dkk)

6.   Pengaruh pemberian makanan cair DM yq diperkaya tempe pd pasien DM Tipe-2 di RSCM Jakarta(Merry  Aitonam,MS dkk)

Pleno 12B:  Update on food-nutrition research & inovation: Pangan fungsional, diet dan suplemen

1.  Review manfaat kesehatan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan uji klinisnya untuk peningkatan limfosit pria dewasa (Muhammad Aries, SP dkk)

2.  Efikasi  konsumsi  kapsul  Torbangun (Coleus amboinicus Lour) terhadap kolesterol darah orang dewasa. (Dr. Rizal Damanik dkk)

3. Efek pemberian susu full cream dengan penambahan conjugated linoleic acid (CLA) terhadap profil lipid, kadar SGOT SGPT, jumlah dan hitung jenis leukosit tikus yang diberi diet tinggi lemak (Kurniati Dwi Utami dkk)

4. Pengaruh Diet Tinggi Protein, Tinggi Kalsium, Dan Rendah Indeks Glikemik Terhadap Penurunan Berat Badan (Esti Nurwanti S.Gz)

5. Pengaruh senam aerobik terhadap daya tahan kardiorespirasi dan persen lemak tubuh pada remaja putri yang kelebihan berat badan (Deny Yudi Fitranti)

6.  Masalah Dehidrasi dan faktor risikonya pada remaja dan dewasa (Gustam, SGz dkk)

7. Potensi Minyak Ikan Lele (Clarias Gariepinus) Sebagai Sumber Conjugated Linoleic Acid (CLA) Melalui Fermentasi  Bakteri Asam Laktat (Iskari dkk)

Pleno 13B:  Update on food-nutrition research & inovation: Pangan fungsional, diet dan suplemen

1. Anemia dan defisiensi vitamin  A pada calon ibu hamil, ibu hamil, ibu menyususi di Bogor (Dr. Rimbawan dkk)

2.  Analisis pengetahuan gizi remaja putri yang anemia (Marudut MPS dkk)

3. Optimalisasi peran kader pos pembinaan terpadu dalam mengatasi masalah diabetes melitus di kalangan lansia (Dr. Rusilanti, MS)

4. Analisis kepadatan tulang remaja serta Faktor-faktor yang mempengaruhinya (Dr. Ari Istiany, MS)

5. Ketidakpuasan citra tubuh dan perilaku tidak tepat dalam mencapai bentuk tubuh ideal pada siswi  SMA di semarang (Fillah Fithra Dieny dkk)

6. Pengaruh suplementasi besi dan vitamin A dua kali seminggu terhadap kadar Hb dan konsentrasi belajar siswa (Sukati, MSi)

7. Efikasi pemberian suplemen antioksidan terhadap penurunan status oksidatif (MDA plasma) pada mahasiswi (Ramatina dkk)

 
Page 18 of 19